Expedition Mahameru 3676 mdpl


1044843_3140901656766_1425639875_n

21-24 Juli 2013

Berawal dari ngerumpi sambil ngegame kita bertiga (Arman , Wahyu, sama Ane) di Posko tercinta, yang letaknya di Jl. Kebonsari Gg.1c. Singkat cerita, si Arman ini kan temen mahasiswa Ane yang aslinya dari tetangga pulau tepatnya pulau NTB(Nusa Tenggara Barat) , berhubung ne udah menjelang bulan puasa dan Ujian Akhir di kampus Ane, dia udah ngebet pengen pulang , tapi katanya kagak seru kalo pulang kagak ada yang di ceritain ke kelurganya. Gitu…!
Trus si Wahyu alias Wak Manan nantangin ngajakin mbolang atau bahasa kerennya Backpacker ke Puncak tertinggi di Pulau Jawa, ya betul Puncak Gunung Semeru. Trus tanpa pertimbangan atau memang si Arman kagak sadarkan diri, dia langsung meng iyakan tantangan Wak Manan.
” Oke Siapa Takut”, Ujar Arman.
Menanggapai respon dari my prend, Ane langsung rundingan masalah waktu berangkatnya dan akhirnya deal tgl 21 juni 2013, dan langsung Ane buat pesan singkat yang isinya ngajak temen-temen bwat gabungan Expeidisi ini.
Pertama Ane kirim ke temen-temen kampus, trus ke temen comunitas, trus baru ke temen SMA yang kemaren juga baru aj ngadain acara ke pulau sempu.

Pendek cerita tentang perekrutan team Expedisi. H-3 kita dapat 12 orang. yang terdiri dari 11 cowo’ dan 1 cewe’. Akhirnya kita putuskan untuk persiapan peralatan dan bahas masalah logistic. untuk peralatan kita sangat terbantu dengan adanya KALDERA rent yang lokasinya ada di depan terminal Landungsari. mungkin karena disitu memang tempatnya anak-anak yang udah kebiasaan mbolang ya… hehehe, lha gimana tidak diluarnya aja Ane udah liat plank OPA(Organisasi Pecinta Alam) DIAZ gitu. pokoknya Rekomended Bangeetz daah. promo dikit gpp Kan dapat bonus kemaren Free Head lamp Sama Mas tulus ne Fbnya :Tull Hellz
pada H-3 tersebut kita masih pesen dan DP alatnya doank. kemudian H-1 siang temen SMA Ane yang dari surabaya Irul Namenye dateng dan akhirnya Ane Inepin di posko tercinta selagi Ane siap-siap buat pemberangkatan.
H-1 malam Ane Ambil alat ke KALDERA . dan ada kabar baru masalah anggota team. yang semula 11 cowo’ dan 1 cewe’ jadinya 10 cowo’ dan 2 cewe’, bukan berarti yang 1 cowo’ rela jadi cewe’ lho buat nemenin temen cewe’ yang sendirian itu ^_^(konyol.com), tapi 1 cowo ngundurin diri dan di tambah 1 cewe’ saudara dari temen cewe’ yang ikut tsb. setelah Ambil perlengkapan kita langsung belanja logistik dan sekaligus packing yang di bantu oleh 2 sahabat backpacker kita (bang Ajib ama bang Caris), pukul 00.15 WIB semua sudah beres. tinggal istirahat dan menunggu suara ayam berkokok.
Cahaya matahari pun mulai masuk lewat jendela Posko kita. Semua sudah mulai bersih diri dan cek perlengkapan, Semua team ekspedisi suda kumpul dan siap on the road…!

Tgl 21 Juni 2013 Awal mula perjalanan TEAM EKSPEDISI PUNCAK MAHAMERU 3676 MDPL.

pukul 08.00 WIB Kita Start dari Posko Tercinta, dan kemudian melewati rute perjalanan Sukun–> Sawojajar –> Tumpang –> Ds. Ngadas (yang sudah termasuk Wilayah Taman Nasional karena karena penduduknya merupakan suku Tengger) disini kita di hadang petugas TN-BTS untuk melakukan pendataan pengunjung sekaligus bayar uang asuransi dan perawatan Wilayah TN-BTS sebesar Rp. Sensor, 00-.😛

pukul 12.00 WIB kita Lanjutkan perjalanan meninggalkan Ds. Ngadas menuju Ds.Ranu Pane.

pukul 01.00 WIB Team sudah Mendarat di Ds. Ranu Pane Lumajang di situlah tempat perizinan sekaligus start awal para pendaki.

pukul 01.30 WIB setelah mengurus perizinan yang telah banyak berubah dari tahun lalu tsb, Ane beserta team langsung mulai melangkahkan kaki mengikuti rute pendakian. tidak lupa ketika sampai di gapura rute awal kita semua Berdo’a berharap di beri kelancaran dan keselamatan dalam petualangan ini kepada Tuhan YME. perjalanan pun kita lanjutkan, pos 1 kita lewati dengan mulus begitu juga pos 2 meskipun road atau medannya terus menanjak, setelah istirahat sebentar di pos 2 kita lanjutkan perjalanan lagi untuk sampai di Ranu Kumbolo karena waktu sudah mulai sore ditambah lagi dengan kondisi cuaca yang mulai mendung, setelah beberapa menit kita meninggalkan pos 2 hujan pun turun mengiringi perjalanan kita sampai ke Ranu Kumbolo.
semua team sudah sampai di Ranu Kumbolo kecuali 2 teman kita, Wahyu (Wak Manan) dan Bayu ( Bembe)
ternyata penyebab terlambatnya mereka ,karena mereka membantu pendaki lain yang merupakan satu keluarga yang terdiri dari Pasutri (pasangan suami istri) dan kedua anaknya dimana salah satu dari anaknya tersebut masih berusia antara 7 s/d 8 th. Ane acungin 4 jempol buat ade’ yang satu ini, hehehe

pukul 19.30 WIB Tenda sudah terpasang, kita semua sudah berkumpul dan makan malam bersama didekat danau Ranu Kumbolo dengan disinari sang purnama. kemudian aktiffitas selanjutnya kita bercengkerama bersama dengan diawali perkenalan tiap orang dan juga di selingi dengan gurauan sehingga suara tawa kita memecah keheningan malam di Danau Ranu Kumbolo. waktu menunjukkan Pukul 22.00 WIB. sehingga Ane sarankan temen-temen buat istirahat, karena besok kita masih membutuhkan tenaga untuk perjalanan lagi ke Kali Mati sebelum nantinya kita ke puncak Mahameru.

Tgl 22 Juni 2013,
pukul 07.00 WIB kita semua sudah persiapan makan pagi dan sebagian masih ada yang foto-foto. dan setelah sarapan. kita semua masih menjemur barang- barang kita yang basah karena hujan pada waktu perjalanan kemaren. tak lama kemudian sebagian besar barang- barang kita sudah kering. dan kemudian kita packing barang untuk persiapan melanjutkan pendakian.

pukul 10.00 WIB perjalanan kita lanjutkan, eiiit eiit
” Mas sampean sudah janji katanya foto Ber12″, ujar Hida. dia anggota team kita yang paling muda dan paling heboh dan bisa menghibur kita semua, termasuk kakaknya sendiri mungkin juga terhibur olehnya. akhirnya kita foto Ber12 dengan minta tolong temen lain team untuk mengambil gambar kita Ber12. Nah tu si kecil akhirnya puas jg permintaannya terkabul ^_^
Oke lanjut, kita mulai perjalanan hari kedua ini dengan tujuan Camp atau transit di Kali Mati yang melewati rute Tanjakan Cinta di sini lah tahap awal kita meninggalkan Ranu Kumbolo serta bisa melihat keindahan danau Ranu Kumbolo dari atas bukit kemudian rute berikutnya adalah Oro-oro Ombo disini temen-temen semua terpesona dengan keindahan padang sabana sehingga tidak bisa menyimpan rasa ingin mengabadikan keindahan pemandangan tersebut, tapi apa daya sebagian besar team sudah ada yang sampai di cemoro kandang akhirnya keinginan tersebut ditunda besok aj, kan baliknya juga lewat situ lagi, hehehehe. sesampai di rute berikutnya yaitu di Cemoro Kandang kami istirahat sejenak untuk mengurangi rasa lelah dan haus dengan berbagi air minum. tak lama kemudian kami lanjutkan perjalanan menuju rute berikutnya untuk sampai ke Kali Mati, untuk rute ini kami sering kali ber istirahat di perjalanan karena memang medannya terus menanjak, tanpa kita rasakan kita sudah sampai di Jambangan dan akhirnya sampai di Kali Mati pukul 13.00 WIB. sesampai disana kita bagi tugas, Ada yang mendirikan tenda, ada yang masak untuk makan siang, dan ada juga yang ambil air ke sumber mata air terdekat dari Kali Mati yaitu “Sumber Mani”.
Tenda sudah terpasang, Makanan sudah tersaji, dan Persediaan Air sudah terisi. akhirnya kita makan siang bersama, setelah itu sebagian dari kita ada yang beristirahat untuk memulihkan tenaga ada juga yang bercengkrama sambil menikmati indahnya suasana menjelang sore di Kali Mati, sampai senja tiba kita baru menyiapkan makan malam dan pendek cerita Selamat Makaaaan….!
Pukul 19.00 WIB waktu makan malam sudah usai dan mengingat nanti malam tepatnya pukul 23.00 WIB sebagian besar dari kita semua akan melakukan pendakian ke puncak tertinggi Gunung Semeru. akhirnya kita putuskan untuk menghimpun tenaga dengan beristirahat.
Ane, Bembe,Dani, ama Hida nyiapin perbekalan untuk muncak entar malem sambil ngerumpi. setelah selesai menyiapkan perbekalan Ane pamit ke temen-temen yang masih melek untuk tidur bentar
pukul 21.00 WIB Tik… Tok …Tik … Tok …
pukul 22.00 WIB Tik… Tok …Tik … Tok …
pukul 23.00 WIB Ane bagun kedinginan emang sengaja kagak masuk Slepping bag, biar bisa bangun hehehe

setelah itu Ane dibantu Dani sama Bembe bangunin temen-temen yang mau muncak. Tak lama kemudian semua temen-temen yang mau muncak sudah bangun dan mempersiapkan dirinyauntuk menghadapi medan yang cukup dingin dan menanjak dimana memerlukan kewaspadaan tinggi dalam melewati medan yang satu ini. Tetapi dari 12 orang, yang ikut mendaki ke puncak ada 10 orang, Diantaranya Wak Manan, Bembe, Jozkar, Anton, Irul, Robi, Arman, Ane, dan 2 cewe’ bersaudara (Fajar dan Hida). sedangkan yang tinggal di camp ada Edi dan Dani.
setelah semua sudah siap akhirnya kita semua ngumpul untuk ritual do’a agar diberi keselamatan dalam pendakian puncak tertinggi Pulau Jawa tersebut.

pukul 23.30 WIB kami ber 10 berangkat dengan semangat yang luar biasa sampai-sampai suhu udara yang begitu dingin tidak kami hiraukan. di perjalanan kami jg berpapasan dengan teman-teman dari team lain dan dari berbagai macam wilayah sampai dari luar negeri pun ada. Di perjalanan mendekati Arco Podo, Hida merasa mual, sehingga kita istirahat sejenak. ” Menurut Ane sih mungkin gara-gara begadang ni anak”, tak lama kemudian Hida bilang sanggup lanjut perjalanan. Oke, kita trus lanjutkan perjalanan sampai melewati Arco Podo, tiba-tiba
” Mas, mbak, berhenti dulu ya. aq mual lagi…! G’ apa-apa kan? Jangan Marah ya…!”, Tutur Hida yang seketika menghentikan langkah kita semua.
Batin ane ” nie anak polos banget ya. lagian siapa yang marah liat temen e sakit yang ada malah g tega ^_^”
Setelah Minum beberapa teguk air dan hirup minyak angin cap kapak,
” Gimana Masih Sanggup…?”, tanya Irul ke Hida.
” Lanjut mas”, Sahut Hida.
Akhirnya kita pun lanjutkan perjalanan tetapi dalam jangkauan penglihatan Ane kita cuma ber 5, mungkin 5 temen-temen yang lain mengira kita cuma istirahat sebentar dan pasti menyusul sehinggga mereka mencoba membagi rombongan dengan mengandalkan logistic yang dibawa Jozkar.

no problem menurut Ane yang penting masih berkelompok. karena tujuan kita sama yaitu ” BISA MENAHKLUKAN PUNCAK TERTINGGI PULAU JAWA” lagian juga kebutuhan energi yang berupa logistic kita juga sudah terbagi di masing2 rombongan.

Tgl 23 Juni 2013,
tidak terasa kita sudah berjalan satu jam setengah dan akhirnya kita ber5 sampai di Cemoro Tunggal. Disinilah batas terahir tanaman yang tumbuh karena untuk seterusnya medan dengan kemiringan yang cukup curam itu adalah campuran pasir dan batu.
Ane bayangkan pengalaman awal Ane dulu tidak seperti ini karena dulu pencahayaan kita hanya mengandalkan Headlamp doank. sedangkan saat ini Sang bulan pun siap bersedia mengiringi dan menemani perjalanan kita semua menuju puncak.

“Mas Masih Jauh.. ?”, Tanya Hida memecahkan lamunan Ane.
” Santai aja udah deket, kan targetnya kita jam empat nyampai puncak, lha sekarang kan udah jam setengah dua jadi santai saja. Oke…! “, Tutur Ane ke Temen-temen terutama si Hida yang nanya.

kita semua mulai mendaki dengan memijakkan kaki ke permukaan pasir sang mahameru. pijakan demi pijakan kami lakukan, dan dua tiga langkah dapat menambah ketinggian kita tetapi tidak jarang juga pijakan yan membuat kita turun beberapa step, disinilah kita semua merasa diuji, hehehe
setiap pernapasan kita mulai tidak teratur, kami sempatkan untuk istirahat. Dan setelah pernapasan bisa terkontrol baru kita lanjutkan kembali. begitu seterusnya.
” Masih jauh rid..?”, Kali ini Fajar yang bertanya ke Ane.
” Udah dekat ko’..! tinggal satu jam setengahan gitu dah poko’nya”, Jawab Ane asal-asalan, padahal ane juga kagak tau mane ujungnye tu gunung, hehehehe
dan seperti biasanya setelah melangkah beberapa pijakan kami berhenti mengatur nafas, sesekali kita menghilangkan haus juga dengan minum seteguk air, setelah itu kita lanjutkan kembali perjalanannya.

“ tuh lampu warna merah kenapa dari tadi jaraknya segitu terus ya, g malah tambah dekat”. Tutur hida putus asah.

“ Hid, Itu mah lampu Headlampnya para pendaki lain yang udah mau nyampe puncak. Jadi jangan di pake’ buat patokan sampai atau belumnya. Terang aja jarak lampu headlamp itu gak tambah deket dengan kita lha wong lampu itu juga jalan ko’….! hehehe”, Ujarku menanggapi perkataan Hida.

Setiap langkah kita semua pasti terwarnai dengan keluhan, canda tawa, dan saling memotivasi satu sama lain untuk melawan rasa cape’ dan putus asah. Dan sampai waktunya matahari memperlihatkan sedikit cahayanya Ane melihat keindahan yang luar biasa, meskipun posisi kita belum sampai di Puncak MAHAMERU kami sudah bisa menikmati keindahan ciptaan Tuhan YME dengan melihat peristiwa alam di sekeliling kita.
“ luarbiasa….!”, Ujar Ane.
Semua berhenti sejenak untuk menikmati keindahan alam ini, dan tak lama kemudian kita mulai pijakkan kaki kembali untuk sampai puncak dengan harapan agar bisa melihat pemandangan yang lebih indah. Harapan untuk dapat mencapai puncak tertinggi pulau jawa terus menjadi motivasi diri kita masing-masing.

rembulan telah sembunyi meninggalkan kita dan matahari sudah memperlihatkan sebagian rupanya, sedangkan dalam pendangan Ane rute untuk mencapai atas kayaknya memang masih panjang.

“ Mas masih lama…?”, Tanya Hida kembali.
“ Santai aja kurang limabelas menit lagi, tuh udah kelihatan ujungnya “, Jawab Ane.
“ Tenang kurang dua tikungan lagi… !”, Tambah Irul. Membuat kita semua terhibur
Tigapuluh menit telah berlalu tanpa kita sadari dan kita masih dalam proses perjuangan mendaki sedangkan matahari sudah muncul seutuhnya.

“ Mas masih lama…?”, Kembali Tanya Hida.
Nah ini bikin Ane bingung jawab dengan kondisi stamina kita semua udah pada terkuras habis terutama temen-temen cewe’, dengan posisi kita yang tinggal 1/3 perjalanan lagi.
Antara tidak tega dan sayang perjalanan sudah mencapai lebih dari separuh karena kalau kembali mungkin hanya rasa capek dan penyesalan yang kita dapatkan.

Akhirnya Ane jawab seadanya “ bentar lagi ko’ sekitar limabelas menitan lagi …!”. Jawab Ane kembali.
“ dari tadi ko’ limabelas menit terus see mas, aq di bohongi terus -_-“, balas Hida.
“ itu loh Wak Manan yang pake jaket merah udah deket”. Tambah Ane buat hibur semuanya, padahal diatas sana yang mengenakan jaket merah banyak sekali, hehehehe ….

melihat semangat mereka sedikit berkurang dan di tambah rasa lelah , Ane berinisiatif untuk membuka perbekalan untuk kita santap sebagian sekedar penambah tenaga. Dan setelah cukup kami istirahat dan menyantap sebagian perbekalan, kami melanjutkan perjalan dan tak lama kemudian kami berlima bertemu dengan rombongan temen-temen yang terpisah tadi malam. Mereka semua sudah turun , tetapi agak ada sedikit kekecewaan di raut muka mereka.
“ Aduuuh, udah nyampe puncak pagi buta, tapi kagak ada yang bawa kamera.. Ampun dah”, ungkap Robi.

Nah mumpung semua pada ngumpul meskipun tidak di puncak, Ane ajak mereka untuk foto bareng. setelah foto-foto kita ngobrol sebentar sambil sama –sama melepas lelah.
“ masih lama broow puncaknya..? “, Tanya irul ke temen yang baru turun itu.
“ yaaaah, masih dua jam an lagi ..”, jawab Wak Manan dengan lantangnya.

dalam batinku “oh tidak. Ane kagak tau gmana ne semangatnya temen-temen setelah mendengar gurauan Wak Manan tersebut, Semoga saja mereka tidak menghiraukannya”

singkat cerita aj ya udah kagak nahan pengen nyampe puncak…!

Pukul 08.30 WIB aikhirnya kita sampai di puncak tertinggi pulau jawa MAHAMERU 3676 meter diatas permukaan laut. Betapa senangnya perasaan kita semua setelah sekian lama perjalanan dengan berbagai macam rintangan telah terbayar dengan keindahan tempat diatas awan . dan juga kita merupakan salah satu rombongan yang terakhir sampai puncak karena selain kami juga ada rombongan dari Kota Batu. Di puncak kami memuaskan diri untuk melihat-lihat pemandangan dan mengabadikan momen bersama temen-temen .
eiit ada yang terlupakan, di rombongan kita yang awalnya lima orang ini sekarang bertambah satu orang menjadi enam orang bagaimana tidak Bang Arman ikut kita muncak lagi setelah bertemu di tengah perjalanan, katanya se biar puaaaaaaaaaass. Heheheh
Pukul 10.00 WIB kami semua memutuskan untuk segera kembali turun ke camp di Kali Mati karena suhu udara di atas sudah mulai panas. Kali ini perjalan turun kita tidak sesulit seperti pada waktu muncak. Tidak lama kemudian kami sudah sampai di Cemoro Tunggal, rasanya lega bisa memegang daun-daun hijau kembali setelah hampir sebelas jam bergumul dengan pasir dan batu.
Dalam perperjalanan kembali ke camp kami cuma bertemu dengan dua pendaki mengenakan tas carrier besar yang beristirahat di tempat teduh, karena memang matahari sudah hampir lurus diatas kepala kita. Dalam kondisi ini Ane udah khawatir dengan fisik temen-temen karena kekurangan tenaga dan dehidrasi tentunya, gmana tidak logistic yang kita persiapkan untuk muncak tadi malem sudah habis, karena memang prediksi Ane yang meleset “ Maaf Ya Preend-Preend , Ane khilaf” ^_^
tapi apa yang terjadi Wooow kembali lagi semangat mereka yang mengalahkan semua itu. Setelah kami berenam sudah mendekati wilayah camp, Ane sudah kagak kuat nahan kaki ane buat ngerem lagi jadi Ane langsung gelinding aja ninggalin temen2. Sesampai di camp Ane di sambut si Edi dan Dani layaknya pelari marathon yang mendekati finis, dengan menggunakan syal AREMA yang di bentangkan mereka seolah garis finis dengan berteriak teriak,
“ ini dia pelari selanjutnya yang sampai di garis finis”, teriak Dani.
setelah itu Ane langsung makan Kolak kacang hijau yang di masak dua temen Ane tadi untuk memulihkan stamina. Setelah habis satu gelas, Ane langsung merebahkan diri di tenda untuk melemaskan otot –otot tubuh yang kaku. Kemudian tak lama kemudian dari dalam tenda Ane mendengar suara Hida dan Arman,
“ Kakak ku masih jauh di belakang mas, coba aj tadi ada malaikat yang ngasih kita air minum”, Kata Hida sambil duduk melepas lelah.

mendengar perkataan itu Ane langsung keluar tenda dan ngajak Edi buat jemput temen-temen yang lain sambil bawa air minum doank. Diperjalanan kami berpapasan dengan dua pendaki yang kita temui sebelumnya.
“ permisi mas, lihat tiga temen saya” , tanyaku sambil menghentikan langkah mereka.
“ ooh yang ada ceweknya itu mas ya? “, jawab salah satu dari mereka.
“ ia , betul mas”, sahut Ane.
“ mereka masih di belakang, buruan mas temennya yang cewe’ sakit”, seru mereka berdua.
“ oke mas, Terimakasih banyak”, kata Ane sambil jebat tangan dengan mereka.

kami berdua pun lari sambil berharap tidak terjadi apa-apa kepada mereka, kami coba teriak memanggil mereka tetapi tidak ada jawaban. Kami tetep berlari menelusuri jalur pendakian dan tak lama kemudian kami bertemu mereka bertiga berjalan dengan perlahan dan Ane lihat muka mereka yang sudah menunjukkan rasa lelah terutama dengan Fajar mukanya pucat kemerahan. Kemudian kami ajak mereka duduk istirahat dan memberikan sebotol air minum kepada mereka. Setelah beberapa menit kita istirahat sambil mereka cerita sedikit waktu ditolong dua orang pendaki yang berpapasan dengan kita tadi, kami langsung segera kembali ke camp.

pukul 14.00 WIB semua sudah berkumpul di tempat camp, melihat waktu sudah sore dan stamina kita belum 100% pulih, yang sebenarnya agenda kita untuk pindah camp di Ranu Kumbolo kita urungkan. Dan akhirnya kita bermalam sekali lagi di Kali Mati.

pulul 16.00 WIB kita persiapkan makan Malam dan makan bersama seperti biasanya di dalam tenda, setelah itu kita sibuk dengan aktifitas masing-masing untuk menghabiskan malam terakhir kita di wilayah Gunung Semeru karena besok pagi tujuan kita langsung turun ke Ranu Pane dengan transit di Ranu Kumbolo untuk makan siang saja.
Pukul 20.00 WIB kita semua masih beraktifitas ada yang bermain kartu dan juga ada yang bercerita tentang perjalanan pendakian kemaren malem sampai tadi siang. Setelah larut malam kami semua bergegas mengambil dan segera masuk kedalam slepping bag untuk tidur.

Tgl 24 Juni 2013,

“ Sinar mentari pagi
bangunkan ku dari mimpi
butir embun putih
bagai mutiara di daun yang indah” bait lagu Amtenar ( Lombok I Love You).

menggambarkan persis di pagi hari ke tiga kita. Sebagian besar temen-temen udah bangun dan langsung cuci muka dan membereskan perlengkapan yang sudah waktunya di packing. Dan Wak manan di bantu Fajar, Hida dan temen-teman lain mempersiapkan sarapan pagi dan perbekalan buat makan siang di Ranu Kumbolo.
Singkat cerita, sarapan pagi sudah, perbekalan dan barang-barang termasuk tenda sudah tertata dalam tas, tinggal foto-foto untuk kenangan di Kali Mati. Dan setelah itu kami pamit tetangga camp untuk pulang.
rute yang kita lewati tetap sama yaitu melewati Jambangan kemudian Cemoro Tunggal. Dalam perjalanan sebelum sampai cemoro tunggal tidak di sangka Ane bertemu dengan Guru SMA Ane Pak Riyantono dengan kedua Anaknya. Pak Ri, Panggilan akrab beliau dan kebetulan pada waktu itu dirombongan kami yang satu SMA adalah Ane, Irul, Dan Fajar, Tapi sebenernya ada satu lagi si Edi tapi anaknya udah didepan dengan temen-temen yang lain . Sebelumnya kita sapa beliau untuk memastikan benar bahwa beliau memang Guru SMA kita, dan ternyata tidak salah lagi karena beliau meresponya, sampai-sampai pada waktu kita berjabat tangan beliau memberikan tamparan ringan untuk meyakinkan kita bahwa kita memang tidak mimpi bertemu beliau di gunung, hehehehe. Kami berhenti sejenak untuk berbincang-bincang sambil melepas kangen karena memang kurang lebih 3,5 tahun belum pernah bertemu.
“ kalau cari saya, di Gunung jangan di sekolahan”, canda Pak Ri.
cukup lama perbincangan kita, akhirnya kami mohon ijin untuk lanjutkan perjalanan pulang agar tidak kemalaman sampai rumah dan kami pun sama-sama melanjutkan perjalanan masing-masing. Beberapa menit kemudian kami sudah sampai di Cemoro Tunggal dan sudah di tunggu oleh temen-temen yang tadinya berada didepak kita. Setelah itu kita lanjutkan kembali perjalanan melewati Oro-oro Ombo dan Akhirnya sampailah kita si Ranu kumbolo.

pukul 13.00 WIB kita ambil perbekalan di dalam tas untuk makan siang, setelah perbekalan terbagi menjadi empat nesting kami pun membuat formasi tiap nesting tiga orang untuk menyantap makan siang kita.
Pukul 13.30 WIB kami segera bergegas untuk melanjutkan perjalanan pulang menuju Ranu Pane.
Pukul 16.30 Ane, Robi, Edi, dan Dani sampai di pos Perijinan Ranu Pane, sambil menunggu temen-temen yang belum datang kami juga mencari satu teman yang jalanya kaya kereta expres yaitu si Anton, setelah kita cari eh ternyata anaknya udah nongkrong di warung dekat pos perizinan. Kemudian kami bergabung dan tak lama kemudian teman-teman yang lain juga sudah datang. Setelah Ane pastikan sudah lengkap akhirnya Ane laporan ke Petugas yang ada di pos perijinan bahwa Ane beserta rombongan udah turun dengan selamat meskipun kaki agak sedikit seok.
Akhirnya pukul 17.00 kita akhiri EXPEDITION PUNCAK MAHAMERU 3676 MDPL ini dengan meninggalkan parkiran yang mahal. Hahahahaha.

maaf, tulisan e amburadul.😀

SALAM SEMANGAT 3676 SAUDARA SEMUA….. I LOVE YOU FULL

999318_3138041985276_192538450_n

writer : mohammad farid

Komentarnya jangan lupa mas n mbak brooo..!😀

Posted on 3 July, 2013, in adventure and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s